ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMI

1.Pendahuluan

Analisis ini bertujuan untuk menjelaskan secara konkret perbedaan antara analisis financial dan ekonomi,sehingga tidak terjebak kedalam persepsi yang keliruyang berdampak pada kesalahan analisis suatu proyek.

Secara esensial perbedaan analisis itu diperlihatkan dalam perhitungan benefit dan cost.Dalam analisi financial yang mendasari analisis privat digunakan Market Prices sedangkan dalam analisis Ekonomi/Sosial dipergunakan Shadow Prices.

Shadow prices (accounting prices) meliputi bermacam barang dan jasa.Shadow prices dari suatu produk atau factor produksi merupakan Social Oppourtunity Cost, yaitu suatu nilai tertinggi dari suatu suatu factor produksi yang digunakan sebagai alternative terbaik.

Invesatasi dengan orientasi keuntungan financial cenderung dilaksanakan oleh pihak swasta,sementara investasi yang berorientasi ekonomi/social cenderung dilaksanakan oleh pemerintah sebagai institusi public untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat.

2.Perbedaan Aspek analisis

Dalam evaluasi proyek ada dua macam analisis, yaitu:

Analisis Finansial

Dalam analisis ini, proyek dapat dilihat dari aspek investornya (pihak yang berkepentingan langsung dengan proyek tsb) dan menjadi focus perhatian adalah hasil untuk modal saham (equity capital) yang diinvestasikan dalam proyek.Private return merupakan ukuran untuk melaksanakan investasi, dan investasi tidak akan terjadi tanpa ada keuntungan financial ang layak.

Analisis Ekonomi

Dalam analisis ini, proyek dilihat dari aspek perekonomian secara makro dan menjadi focus perhatian adalah hasil total produksi dan keseluruhan manfaat yang diperoleh dari semua sumber-sumber yang dipergunakan dalam proyek untuk masyarakat/perekonomian, tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber dan siapa yang menerima hasilnya ( The social return and The income return)

3.Pengukuran atau perhitungan Benefit

a) Mengukur Benefit

Hasil produksi suatu proyek adalah penambahan jumlah barang dan jasa dalam masyarakat

Sebelum proyek, produksi = OA dan setelah proyek berjalan n tahun, produksi = NB. Jadi penambahan produksi = NB – OA = NB – ND = DB. Kemungkinan lain yang terjadi dengan tidak adanya proyek adalah (1) Produksi maksimal hanya sebanyak NC (2) Produksi menurun hingga mencapai NE

b) Penentuan Harga

Proyek menghasilkan beberapa jenis barang yang berbeda dan belum tentu sama dengan barang yang ada dalam masyrakat. Harga sangat ditentukan oleh kualitas/mutu dan proses pembuatan suatu barang.

c) Penyusutan

Penyusutan adalah bagian dari benefit proyek yang dicadangkan tiap tahun sepanjang umur ekonomis proyek, sehingga merupakan dana yang mencerminkan biaya modal yang dimasukkan dalam Neraca R/L tahunan

d) Sunk Cost

Sunk cost adalah biaya yang tertanam dalam suatu proyek,missal dalam melanjutkan suatu proyek yang sudah lama terbelangkai, maka biaya-biaya yang sudah pernah dikeluarkan disebut “ Sunk Cost”.

e) Salvage Value

Suatu nilai sisa dari modal investasi yang tidak terpakai habis selama umur ekonomis proyek. Berarti SV adalah sebagai pengurangan terhadap biaya investasi, karena terjadi pada akhir umur ekonomis proyek,maka SV diperhitungkan sebagai tambahan benefit proyek.

f) Negative Externalities

Suatu akibat yang timbul dari adanya kegiata proyek, sepanjang dapat diukur dan dinilai, maka proyek termasuk dalam biaya atau penurunan benefit proyek.

4.Perkiraan Finansial

Analisis financial dalam konteks Evaluasi proyek lebih bersifat analisis tentang arus dana.Dana investasi bagi perusahaan dapat berupa : dana penyusustan dan laba ditahan (internal fund).Sementara kredit, penjualan saham dan penjualan obligasi (external fund).Mempelajari arus dana dapat didekati dengan 1)Perhitungan R/L dan 2)Neraca

a) Perhitungan R/L

Suatu gambaran dimana semua penerimaan dan pengeluaran dal;am kurun waktu tertentu (1 th), baik yang berhubungan dengan produksi maupun yang berkaitan dengan penerimaan dan biaya-biaya lainnya.

Sebagai ilustrasi pada perhitungan R/L adalah sbb:

• Pajak penjualan mengalir langsung pada pemerintah
• Penyusutan sebagai kompensasi biaya alat produksi yang mengalir kembali kedalam perusahaan
• Biaya eksploitasi dan pemeliharaan mengalir keluar perusahaan
• Bunga modal mengalir keluar perusahaan ke sumber kredit
• Pajak perseroan mengalir keluar perusahaan kepada pemerintah
• Penyusutan dan laba setelah pajak merupakan dana perusahaan dari sumber intern dan dikenal sebagai arus dana usaha hasil investasi (cashflow from investment)

PERKIRAAN R/L
(DALAM Rp.000.000)

Hasil penjualan 1.000
Pengeluaran dan biaya

a.Pajak penjualan (Ppn)
b.Biaya eksploitasi dan pemeliharaa
a) Bahan baku 200
b) Upah kerja 150
c) Pemeliharaan dan Bhn penolong 50
d) Energi 40
e) Penyusutan 60
———
Total biaya eksploitasi – 500
———

Pendapatan Eksploitasi (Gross Profit on Sales) 450

Bunga

Kewajiban dan utang jk pendek 60
Atas pinjaman jk panjang 40
——–
– 100
Penerimaan Bunga 50
———
Pendapatan sebelum Pajak 400
Pajak perseroan (Pps) – 180
——–
Laba setelah pajak 220
Dividen – 110
——–
Laba yang ditahan 110

Tabel. Keadaan Neraca dan Arus dana Perusahaan
(Dalam Rp. 000.000)
URAIAN 2003 2004 Arus masuk
Dan keluar
AKTIVA
a)Aktiva lancar
* Kas Bank
* Piutang Usaha
* Persd. Barang
* Aktv. Lancar
b)Aktiva Tetap
* Bangunan/Peralatan
* Penyusutan kumulatif
* Nilai bangunan netto
* Aktv.Tetap lain

450
425
700
70

(2.150)
(645)
1.505
50

395
450
765
70

(2.375)
(705)
1.670
50

+ 55
– 25
– 65
0

(-225)
(-60)
-165
0

JUMLAH AKTIVA 3.200 3.400 -200
PASIVA
a)Kewajiban dan Utang
* Kredit Bank
* Utang usaha
* Cadangan Pps
* Utang Jk.Pendek
* Utang Jk.Panjang
* Pelunasan Kumulatif
* Utang Jk.Pjg netto
b)Modal dan cadangan
* Modal saham
* Laba ditahan

125
275
120
55
(1000)
(475)
525

800
1.300

160
285
300
55
(1.100)
(560)
540

650
1.410

-35
+10
+180
0
+100
– 85
+ 15

– 150
+ 110

JUMLAH PASSIVA 3.200 3.400 – 200

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah penggunaan dana yang melebihi arus masuk Rp 735 juta dibandingkan dengan Rp 680 juta dan selisihnya merupakan penurunan kas bank yang terlihat dalam neraca dan arus dana perusahaan.Perubahan kas bank dianggap sebagai arus masuk/keluar, tetapi dalam analisa kolom dana perubahan kas merupakan pos keseimbangan yang jumlahnya menentukan perubahan permukaan kolom dana.Berarti untuk perusahaan pada tahun 2004 permukaan itu menurun Rp 55 juta.

4.perkiraan sumber dan penggunaan dana

Gambaran tentang arus dana (dilihat dari Neraca) meletakkan dasar untuk suatu perkiraan tambahan yang disebut “Sumber dan Penggunaan Dana”. Dalam perkiraan tersebut arus masuk sebagai sumber dana sedangkan arus keluar disebut penggunaan dana.

Tabel Sumber dan Penggunaan Dana
(Dalam Rp. 000.000)
SUMBER DANA
Kas bank (sisa th 2010) 450
Penerimaan sehubungan dengan kewajiban dan utang
1.Kredit bank 35
2.Utang usaha 10
3.Cadangan Pps 180
4.Utang jk.pendek 0
5.Pinjaman jk.Panjang 100
Penjualan Aktiva
1.Barang persediaan 0
2.Aktiva lancar lain 0
3.Banguna dan peralatan 75
4.Aktiva tetap 0
Penanaman Modal Saham
1.Laba setelah pajak 220
2.Penyusutan 60
Jumlah sumber 1.130
PENGGUNAAN DANA
Pelunasan Kewajian dan utang
1.Utang Jk.Pendek 0
2.pinjaman Jk.Panjang 85

Penambahan /Pembelian Aktiva
1.barang persediaan 65
2.aktiva lancar lain 25
3.Bangunan dan peralatan 300
4.aktiva tetap 0

Pembayaran Pada pemegang saham
1.Pengembalian modal saham 150
2.Deviden 110
Defisit Ekspoloitasi 0
JUMLAH PENGGUNAAN 735
Conclusion
Analisis finansial : suatu perhitungan yang berkaitan dengan benefit dan cost.Berapa besar keuntungan suatu lembaga/badan yang diperoleh bila melakukan investasi
Analisis Ekonomi : Suatu perhitungan yang berkaitan dengan benefit,dimana seberapa besar benefit/manfaat yang akan terjadi dan dirasakan masyarakat dari proyaek yang akan dilaksanakan
ANALISI FINANSIAL ANALISIS EKONOMI
Menggunakan harga pasar,baikterhadap sumber-sumber yang digunakan maupun hasil proyek Menggunakan shadow prices (accounting prices),yaitu suatu harga yang disesuaikan untuk menganggarkan nilai ekonomi
Pajak merupakan biaya yang dibayar pada instansi pemerintah Pajak merupakan transfer,yaitu bagian benefit proyek yang diserahkan kepada pemerintah
Penerimaan subsidi,berarti ada pengurangan biaya yang harus ditanggung Subsidi dianggap sebagai sumber yang dialihkan dari masyarakat untuk proyek
Biaya investasi pada tahap awal dibiayai oleh modal saham.Bagian investasi yang dibiayai dgn pinjaman tidak dianggap sebagai biaya pada saat dikeluarkan Seluruh biaya investasi (modal saham pinjaman dan modal yang dihimpun) dianggap sebagai proyek
Bunga atas pinjaman dianggap sbg by.proyek,sementara bunga atas modal sendiri dianggap sebagai benefit Bunga atas pinjaman dalam negeri tidak dimasukkan sebagai biaya (modal masyarakat) sehingga bunga merupakan bagian dari benefit

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: